tarikan jemari mulus itu
melakar warna masa depan
di atas kanvas persoalan
harus dirungkai lerai
dengan sebungkal
pengalaman
telah kau asah tajam minda
enam musim silih berganti
saat petanda bermula sejarah
melarik piala kegemilangan
diperdu angan dan impi
kan kau raih kobar semangat
dari sekian doa yang terhimpun
diangkat ke langit harapan
selamat berjuang
wahai pewaris generasi terbilang!
-adizack ms
september 12, 2011
Showing posts with label guru. Show all posts
Showing posts with label guru. Show all posts
Tuesday, September 13, 2011
Monday, May 16, 2011
Kini Ku Mengerti, Guruku...
masih jelas dalam ingatan
ketika guru mengetuk lembut jemari
betapa katanya jujur tapi tegas;
“bukan dirimu ku benci, tapi kedegilanmu
bukan dirimu ku juak, tapi kemalasanmu
bukan dirimu ku kesal, tapi kealpaanmu
dan bukan dirimu sengaja ku sakiti
hanya niat suci semata
mendidik generasi
celik akal budi”
betapa pula
ketika guru gigih
menyemai benih ilmu
dan menyirami tunas wajadiri
ada antaranya yang terleka
lantas terlelap hilang arah tumpuan
kabur halatuju meniti usia rebung
sesat di jalan yang nyata
masih terbayang dalam ingatan
saat guru menjentik lembut telinga
betapa suaranya ikhlas tapi keras;
“aku mengajar dengan iltizam
aku mendidik dengan kesungguhan
aku mengingatkan dengan kesabaran
dan aku menasihatkan demi kebaikan
meski payah untukmu menerima
meski di sisimu tiada harganya ”
sesungguhnya
tak mungkin pernah dilupakan
kata-kata sakti penyuluh hidup
nasihat ikhlas penegak martabat
ajaran murni pedoman hari muka
didikan sejahtera dunia akhirat
sarat terhambur dari petah lidahmu
menjadi amalan meneraju jaya
kini aku mengerti guruku
segala kata-katamu benar dan jujur
setelah aku juga bergelar seorang guru.
-adizack ms
Airmata Guru
di bening pagi bersejarah ini
dingin airmata guru menitis
mengenang sekian segala pengorbanan
selama ini dicurah tanpa bosan dan jemu
betapa keriuhan suara murid di bilik darjah
telah menjadi irama yang sebati dalam diri
dan betapa pula mereka menjadi terhibur
dengan kisah dan ragam anak didik
bulan berselang tahun berganti
di bening pagi bersejarah ini
dingin airmata guru mengalir
mengingat segala kepayahan
jerih perih membina insani
membentuk sahsiah generasi
dan menganyam mimpi jaya
tanpa mengharap sejuta pesona
atau pujian melangit tinggi
mereka punya iltizam kental
cekal mendidik dan memupuk
tunas-tunas bangsa merdeka
agar menjadi warga mulia
punya jatidiri dan semangat waja
meneroka cabaran hari muka
di bening pagi bersejarah ini
airmata guru menitis syahdu
mengenang sekian segala kebahagian
saat gemilang para anak bangsa
melarik angan meraih mimpi jaya
tiada kata-kata yang terhambur
selain kesyukuran pada yang Esa
memberkati gigih usaha selama ini
kalau bukan lidah inilah yang mengajar
siapa lagi?
kalau bukan tangan inilah yang menunjuk
siapa lagi?
kalau bukan hati inilah yang mengasihi
siapa lagi?
di pagi ini
airmata guru mengalir
menuruni lurah keharuan
tanpa mereka siapalah kita…
-adizack ms
Monumen Seorang Guru
mereka sering berkata
apalah yang hendak dibanggakan
pada sebuah nama
namun, disebalik nama itulah jua
tercatat tinta sejarah perjuangan
para guru yang tak pernah jemu
menabur benih-benih ilmu
dan menyemai belas kasih murni
di pendalaman, di desa dan di kota raya
dahulu, kini dan buat selama-lamanya
semangat juang mereka tak akan pernah pudar
meski rintangan yang hadir bukan sedikit
tak jua mereka merasa bangga atau leka
kerana mereka kenal benar erti kepayahan
untuk menyirami tunas-tunas yang masih hijau
agar suatu masa bisa tegak berdiri gagah
tak goyah dek angin, tak goncang dek taufan
tak hangus terbakar dek halilintar
sesungguhnya
nama itulah jua
yang telah melahirkan sekian
para ilmuan, cendikawan, sasterawan
para budayawan, hartawan, negarawan
dan tentunya juga diri mereka sendiri
yang sekarang pandai mengeja
menulis dan membaca
serta menyusun kata
begitu petah sekali
nama itulah jua
akan disebut dan dikenang sentiasa
meski nyawa sudah bercerai dari jasad
meski yang tinggal hanyalah
secebis dari kenangan silam
dan ilmu yang sudah sebati dalam diri
menjadi urat nadi, darah dan daging
selagi darah merah masih hangat mengalir
dipelusuk rongga setiap jiwa insan
selama itulah nama itu kan terpahat utuh
abadi dipersada monumen
seorang guru.
-adizack ms
Secalit Tinta Buat Anak Didik
1.
dalam angan kami
ada seribu impian yang tersirat
agar kalian bangkit dari lena yang panjang
menyusun langkah satu persatu mendepani waktu
menghitung gerakwaja agar tidak tersungkur rebah
melarik bilah-bilah usia dengan belati ketulusan
kerana sesungguhnya kehidupan yang kalian susuri
begitu amat berharga dan tidak mampu tertebus
dengan selaut penyesalan
2.
dalam impian kami
ada seribu harapan yang terpahat
agar kalian dewasa bersama pengalaman
mengutip sisa-sisa sejarah bangsa yang tertinggal
mencerna paradigma mencorak warna masadepan
menghirup kepahitan demi sebuah kegemilangan
kerana sesungguhnya untung nasib generasi
adalah di tangan kalian
3.
dalam harapan kami
ada seribu restu yang teriring
agar kalian bisa menegakkan cita murni
meneguhkan persetiaan dan wawasan
membina keutuhan prinsip dan pegangan
meneroka alaf dunia tanpa sempadan
kerana kemuliaan sesuatu bangsa itu
terletak pada kesempurnaan iman
dan kebijaksanaan kalian
4.
dalam restu kami
ada seribu cita yang tertanam
agar kalian menjadi kelopak cempaka yang menguntum
menghiasi serata taman dan daerah pergunungan
mekar mewangi bagaikan setanggi jingga
menabur bakti buat tunas-tunas putera puteri
kerana kalianlah penyambung tugas suci
memartabatkan bangsa di mata dunia
5.
wahai anak-anakku sekalian
tak akan sirna siraman kasih kami
tak akan pudar atau lekang diterik mentari
raihlah setitis ilmu selaut pengetahuan
capailah tangan kami
menjana minda meneroka khazanah
kenalilah dunia dengan segala isinya
agar kalian tidak tersesat nanti
di jalan yang terang nyata
6.
wahai anak-anakku sekalian
datanglah ke pangkuan kami yang menanti
dengan seribu kecekalan dan kesungguhan
dengan seribu keinginan dan keyakinan
akan kami hulurkan secangkir harapan
akan kami gariskan sejalur pengertian
agar kalian memahami erti pengorbanan
yang tak pernah mengenal jemu
7.
wahai anak-anakku sekalian
ingatlah bahawa segala jerih perih kami
bukanlah untuk dihargai dan diingati
hanya cuma sekadar sebuah tanggungjawab
yang harus dipikul dengan keikhlasan
kamilah kandil gemerlap di malam sunyi
memancar sinar cahaya tulus & kudus
menerangi tiap hati yang ingin bernaung
di perdu ilmu di rimbunan kasih sejati
telah cukup kami mengerti segala cabaran
telah fasih kami mengenal segala hambatan
segalanya kami telan dan kunyah jua
menjadi nanah,darah dan daging
kerana setianya kami pada sumpah keramat
yang tercalit utuh pada mahkota bakti
seorang yang bernama
GURU......................
-adizack ms
Monday, June 16, 2008
Selamat Tinggal Memori
Selamat tinggal guruku
Saat berpisah kini mampir
Menjengah wajah sendu seraut duka
Enam musim berlalu
Ketika pertama kami hadir ke pangkuan kalian
Yang kami bekali hanyalah segenggam cita
Untuk menjadi insan sempurna
Dan kalian menyambut tangan mulus kami
Dengan senyum manis di bibir
Telah kalian terangi hidup kami
Dengan bersit cahaya ilmu
Sinarnya gemilang
Menyuluh sanubari
Selamat jalan sayangku
enam musim berganti kita bersama
Mengharung suka duka kembara hidup
Meracik bilah-bilah ilmu dan pengalaman
Takkan mampu kami hindarkan ingatan tulus
Pada wajah-wajah kalian yang pernah singgah
Mewarnai lukisan kehidupan
Seorang yang bernama guru
Sesungguhnya
Mengasihi kalian adalah tanggungjawab
Mendidik kalian adalah amanah
Termetri padu pada mahkota
Janji seorang guru
Siramilah tunas yang kami semai
Agar ia bercambah menjadi pohon waja
Menguntum bunga tekad
Membuahkan iltizam jitu
Selamat tinggal guruku
Betapa waktu begitu pantas berlalu
Kalian mengajar kami dari bertatih
Mengenal abc, menulis dan membaca
Mendaki ke puncak kejayaan
Dengan impian dan hasrat
Menggapai kegemilangan
Demi sebuah perjuangan
Untuk hidup masa depan
Sesungguhnya kalianlah
Yang banyak mengajar kami erti kesungguhan
Keazaman, keikhlasan dan kesabaran
Selamat jalan sayangku
Sesungguhnya kalianlah
Yang telah banyak mengajar kami
Erti sebuah kasih sayang dan pengorbanan
Tiada yang kami harapkan dari kalian
Selain dari sebuah kesedaran
Bahawa kehidupan ini penuh dugaan
Andaikata kalian jatuh, bangkitlah semula
Melangkahlah dengan lebih yakin
Sesungguhnya jalan menuju kejayaan
Masih jauh dan panjang
Selamat tinggal guruku
Akan kami simpulkan janji tulus
Buat menyusur lurah cita gaung ilmu
Cekal mengejar pelangi bahagia
Meraih piala kejayaan yang manis
Di persada menara gading
Takkan kami lupa seuntai nasihat
Yang kalian kalungkan dikalbu ini
Hanya kemaafan kami pinta dari kalian
Atas segala kenakalan dan kekhilafan
Selama ini
Selamat jalan sayangku
Restu kami sentiasa menemani
Doa kami sentiasa mengiringi
Moga kalian mengenggam impian
Sejahtera hidup dunia akhirat
Keikhlasan hati tak minta ditebus
Ketulusan jiwa tak minta dibalas
Cukuplah sekadar hangat titisan
Airmata bahagia
Pabila melihat kalian gigih mendaki
Menuju ke puncak menara gading
Tebarkanlah sayap kegemilangan
Hingga sampai ke segenap benua
Selamat tinggal guruku
Tiap pertemuan pastikan berakhir
Yang tinggal hanyalah secebis kenangan
Tetap utuh terpahat di memori
Menjadi halwa secebis pengalaman
Rentetan sejarah sebuah kehidupan
Yang manis dan indah
Terima kasih atas segalanya
Jasa kalian tetap menjadi ingatan
Gurauan kalian menjadi kenangan
Dengan restu kalian kami melangkah
Bersama doa kalian kami berusaha
Semoga impian menjadi kenyataan
Segala hasrat akan kesampaian
Selamat tinggal buat semua
Kami bermohon pergi dahulu
Selamat jalan sayangku
Semoga selamanya
Tetap kita dekat dihati
Meskipun jauh dari mata.
Selamat tinggal guruku…
Selamat jalan sayang...
-adizack ms
onetanamera
1.39am oktober 17 2003
Saat berpisah kini mampir
Menjengah wajah sendu seraut duka
Enam musim berlalu
Ketika pertama kami hadir ke pangkuan kalian
Yang kami bekali hanyalah segenggam cita
Untuk menjadi insan sempurna
Dan kalian menyambut tangan mulus kami
Dengan senyum manis di bibir
Telah kalian terangi hidup kami
Dengan bersit cahaya ilmu
Sinarnya gemilang
Menyuluh sanubari
Selamat jalan sayangku
enam musim berganti kita bersama
Mengharung suka duka kembara hidup
Meracik bilah-bilah ilmu dan pengalaman
Takkan mampu kami hindarkan ingatan tulus
Pada wajah-wajah kalian yang pernah singgah
Mewarnai lukisan kehidupan
Seorang yang bernama guru
Sesungguhnya
Mengasihi kalian adalah tanggungjawab
Mendidik kalian adalah amanah
Termetri padu pada mahkota
Janji seorang guru
Siramilah tunas yang kami semai
Agar ia bercambah menjadi pohon waja
Menguntum bunga tekad
Membuahkan iltizam jitu
Selamat tinggal guruku
Betapa waktu begitu pantas berlalu
Kalian mengajar kami dari bertatih
Mengenal abc, menulis dan membaca
Mendaki ke puncak kejayaan
Dengan impian dan hasrat
Menggapai kegemilangan
Demi sebuah perjuangan
Untuk hidup masa depan
Sesungguhnya kalianlah
Yang banyak mengajar kami erti kesungguhan
Keazaman, keikhlasan dan kesabaran
Selamat jalan sayangku
Sesungguhnya kalianlah
Yang telah banyak mengajar kami
Erti sebuah kasih sayang dan pengorbanan
Tiada yang kami harapkan dari kalian
Selain dari sebuah kesedaran
Bahawa kehidupan ini penuh dugaan
Andaikata kalian jatuh, bangkitlah semula
Melangkahlah dengan lebih yakin
Sesungguhnya jalan menuju kejayaan
Masih jauh dan panjang
Selamat tinggal guruku
Akan kami simpulkan janji tulus
Buat menyusur lurah cita gaung ilmu
Cekal mengejar pelangi bahagia
Meraih piala kejayaan yang manis
Di persada menara gading
Takkan kami lupa seuntai nasihat
Yang kalian kalungkan dikalbu ini
Hanya kemaafan kami pinta dari kalian
Atas segala kenakalan dan kekhilafan
Selama ini
Selamat jalan sayangku
Restu kami sentiasa menemani
Doa kami sentiasa mengiringi
Moga kalian mengenggam impian
Sejahtera hidup dunia akhirat
Keikhlasan hati tak minta ditebus
Ketulusan jiwa tak minta dibalas
Cukuplah sekadar hangat titisan
Airmata bahagia
Pabila melihat kalian gigih mendaki
Menuju ke puncak menara gading
Tebarkanlah sayap kegemilangan
Hingga sampai ke segenap benua
Selamat tinggal guruku
Tiap pertemuan pastikan berakhir
Yang tinggal hanyalah secebis kenangan
Tetap utuh terpahat di memori
Menjadi halwa secebis pengalaman
Rentetan sejarah sebuah kehidupan
Yang manis dan indah
Terima kasih atas segalanya
Jasa kalian tetap menjadi ingatan
Gurauan kalian menjadi kenangan
Dengan restu kalian kami melangkah
Bersama doa kalian kami berusaha
Semoga impian menjadi kenyataan
Segala hasrat akan kesampaian
Selamat tinggal buat semua
Kami bermohon pergi dahulu
Selamat jalan sayangku
Semoga selamanya
Tetap kita dekat dihati
Meskipun jauh dari mata.
Selamat tinggal guruku…
Selamat jalan sayang...
-adizack ms
onetanamera
1.39am oktober 17 2003
Sebermula Darimu.(Sempena Hari Guru)
sebermula secalit huruf
di hujung fasih lidahmu
bukan sedikit iltizam jitu
merungkai kusut jahil benak
anak-anak didik yang kehausan
didikan sempurna
sebermula sebuah angka
di hujung tuntas semangatmu
bukan sedikit kudrat ikhlas
memupuk wangi benih sahsiah
anak-anak didik yang mengharap
belaian mesra manja
bukan sedikit yang kau hamburkan
di laman ilmu mewadah kegemilangan
tiap musim berganti kau ukirkan senyuman
di bibir ceria anak didik dan rangtua mereka
terpahat monumen sejarah kejayaan bangsa
sebagai saksi sebuah pengorbanan tulus
meski jasabaktimu dijunjung seketika cuma
namun terbias bersit kesyukuran bening
pada kemilau dingin salju airmata
seorang yang bernama guru
sebermula darimu
mereka kini bisa mengatur jejak
melangkaui hambatan meraih impian
menjelajah minda meneroka peradaban
kerana yang mereka warisi adalah
semangat kental dan iltizam padu
yang telah kau tanamkan
pada setiap derap langkah
perjalanan mereka.
-adizack ms
mei 2000
di hujung fasih lidahmu
bukan sedikit iltizam jitu
merungkai kusut jahil benak
anak-anak didik yang kehausan
didikan sempurna
sebermula sebuah angka
di hujung tuntas semangatmu
bukan sedikit kudrat ikhlas
memupuk wangi benih sahsiah
anak-anak didik yang mengharap
belaian mesra manja
bukan sedikit yang kau hamburkan
di laman ilmu mewadah kegemilangan
tiap musim berganti kau ukirkan senyuman
di bibir ceria anak didik dan rangtua mereka
terpahat monumen sejarah kejayaan bangsa
sebagai saksi sebuah pengorbanan tulus
meski jasabaktimu dijunjung seketika cuma
namun terbias bersit kesyukuran bening
pada kemilau dingin salju airmata
seorang yang bernama guru
sebermula darimu
mereka kini bisa mengatur jejak
melangkaui hambatan meraih impian
menjelajah minda meneroka peradaban
kerana yang mereka warisi adalah
semangat kental dan iltizam padu
yang telah kau tanamkan
pada setiap derap langkah
perjalanan mereka.
-adizack ms
mei 2000
Sayonara Buat Teman. (Buat Teman Seperjuangan)
Sayonara teman
Saat berpisah kini mampir
Menjengah wajah sendu seraut duka
Yang terbias di kening hanya kesal
Terpaku pada ulas senyum pedih
Mengelar harap yang merapuh
Di ujong perjalanan ini
Sayonara teman
Enam musim berganti kita bersama
Mengharung suka duka kembara hidup
Meracik bilah-bilah usia yang masih tersisa
Takkan mampuku hindarkan ingatan tulus
Pada wajah-wajah kalian yang pernah singgah
Mewarnai kanvas kehidupanku
Sesungguhnya kalianlah
Yang banyak mengajarku erti kehidupan
Keluhuran, keikhlasan dan kesabaran
Sememangnya telah ditakdirkan kita bertemu
Untuk saling mengenali hati budi masing-masing
Dan sama berkongsi secangkir pengalaman
Di pelabuhan senja yang fana ini
Semoga ada ruang kemaafan
Atas segala khilafku yang lalu
Selama kita bercanda seloka
Benarlah tiap pertemuan pastikan berakhir
Namun biarlah sedetik memori manis
Tetap bermukim di ruang hati
Menjadi halwa secebis pengalaman
Rentetan sejarah sebuah persahabatan
Yang dibina dari puing-puing keikhlasan
Dan ketulusan hakiki
Semoga selamanya
Tetap kita dekat dihati
Meskipun jauh dari mata.
Sayonara.
- adizack ms
onetanamera
9.36pm 8 jan. 2003
Saat berpisah kini mampir
Menjengah wajah sendu seraut duka
Yang terbias di kening hanya kesal
Terpaku pada ulas senyum pedih
Mengelar harap yang merapuh
Di ujong perjalanan ini
Sayonara teman
Enam musim berganti kita bersama
Mengharung suka duka kembara hidup
Meracik bilah-bilah usia yang masih tersisa
Takkan mampuku hindarkan ingatan tulus
Pada wajah-wajah kalian yang pernah singgah
Mewarnai kanvas kehidupanku
Sesungguhnya kalianlah
Yang banyak mengajarku erti kehidupan
Keluhuran, keikhlasan dan kesabaran
Sememangnya telah ditakdirkan kita bertemu
Untuk saling mengenali hati budi masing-masing
Dan sama berkongsi secangkir pengalaman
Di pelabuhan senja yang fana ini
Semoga ada ruang kemaafan
Atas segala khilafku yang lalu
Selama kita bercanda seloka
Benarlah tiap pertemuan pastikan berakhir
Namun biarlah sedetik memori manis
Tetap bermukim di ruang hati
Menjadi halwa secebis pengalaman
Rentetan sejarah sebuah persahabatan
Yang dibina dari puing-puing keikhlasan
Dan ketulusan hakiki
Semoga selamanya
Tetap kita dekat dihati
Meskipun jauh dari mata.
Sayonara.
- adizack ms
onetanamera
9.36pm 8 jan. 2003
Subscribe to:
Posts (Atom)